Home | Cara Beli Buku |Ikut Facebook| Daftar Isi Buku | Tentang Buku | Buku Rekomendsi | Buku GRATIS | Artikel Pemenangan | Dibalik Layar
4 Elemen Pemenangan PILEG DPRD II, Pelajari >>>>> PARTAI | CALEG | TIM SUKSES | CALON PEMILIH | KURSUS PEMENANGAN PILEG
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
>>>>>>>>Klik sekarang !Periksa sejauh mana kesiapan anda saat ini untuk Nyaleg Supaya Benar-benar Meraih Kemenangan di Pemilu 2019

Kamis, 18 Januari 2018

Menaklukkan Pemilih Antipati

Pemilih yang antipati mungkin langsung divonis akan sulit untuk didekati. Tunggu dulu! Tidak bisa serta merta pikiran memvonis orang tertentu antipati. Mengapa?

Barangkali perlu memeriksa kembali pemikiran seperti itu. Apakah hal itu fakta ataukah hanya prasangka karena pengaruh dari apa yang kita lihat atau informasi dari orang lain.  Jangan sampai info atau prasangka tersebut menyesatkan sikap kita kepadanya. Kita menyimpulkan terlalu cepat yang ternyata sebaliknya.

Saya membagi kategori pemilih menjadi 6 jenis pemilih. Anda bisa membacanya pada tulisan saya sebelumnya, 6 jenis pemilih anda. Mengenal 6 jenis pemilih ini tentunya bisa lebih memudahkan anda untuk segera memilih pendekatan pemenangan seperti apa yang tepat kepada mereka. Ingat : Beda kategori pemilih beda penanganan. Dalam dunia memancing, beda ikan beda umpan.

Pemilih tipe antipati itu seperti apa? Orang dalam kategori ini dipastikan tidak akan memilih Anda, bukan hanya itu ia mungkin menjelek-jelekan Anda yang pada intinya orang lain supaya tidak memilih Anda. Orang sepeti ini mungkin hatinya sudah keras.

Bagaimana cara mengatasi orang semacam ini?
Pertama :  Petakan Akar Masalahnya.

  • Apakah dia antipati kepada pemilu, kepada partai, atau kepada anda.
  • Apakah ada kemungkinan salah paham atau ada pengaruh dari luar.
  • Apakah ada black kampain dari pihak lain atau bagaimana.

Maka periksalah, pasti ada latar belakang yang membuat seseorang berbuat hal demikian kepada anda. Bisa karena anda pernah berselisih yang tak termaafkan oleh dia, atau hal lainnya yang menjadikan orang itu marah besar kepada anda. Atau alasan lainnya entah lah.

Masyarakat tak semua berpendidikan tinggi dan mereka kebanyakan ada di wilayah kampung. Mereka sangat mudah terpengaruh dan sangat mudah menerima berita apapun. Mereka tak sempat cari kebenaran atau klasirifikasi apalagi ini hajat pemilu dimana politisi dimata masyarakat lagi kurang merdu di dengar. Bila isu atau opini sudah menyebar maka sangat sulit untuk membasuhnya. Yang tersisa adalah citra buruk yang melekat kuat.

Bila menurut mereka yang salah adalah anda maka tak ada salahnya minta maaf sekaligus mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya. Memang prose ini tidak lah menjamin mereka pasti memilih anda tetapi setidaknya mereka mengetahui duduk permasalahannya dan yang penting tidak menyebarkan lagi kebencian atau anti pati. Diamnya mereka adalah lebih baik.

Kedua : Cari Sosok Yang Bisa Mempengaruhi
Sebenci-bencinya orang, itu benci kepada caleg dan bukan kepada semua orang. Diantara banyak orang mungkin ada yang memiliki pengaruh kuat yang bisa membantu melumerkan hati yang anti pati itu. Bila diajak olehnya mungkin mau setidaknya karena menghargai sang tokoh itu. Bila pun tidak bisa di ajak minimal ia diam dan tidak menyebarkan kebencian yang menimbulkan kontra produktif dengan proses pemenangan anda. Bisa jadi teman anda yang pengusaha dan orang antipati itu adalah karyawannya, maka situasi ini bisa dimanfaatkan untuk pendekatan.

Ketiga : Tinggalkan, jangan hiraukan
Bila semua langkah pendekatan tidak berhasil mempengaruhi orang yang antipati untuk berubah lalu bersedia memilih anda, setidaknya ia diam dan tidak melakukan hal yang berpotensi kontra pordukti dengan proses pemenangan anda. Diamnya adalah sudah cukup.

Bila sudah tidak ada jalan lagi. Maka jangan habiskan energi dan fokus kepadanya dan kepada orang-orang antipati lainnya. Tinggalkan, jangan hiraukan dan beralihlah fokus kepada yang lain.
Ada ratusan ribu calon pemilih di satu dapil. Di dapil caleg yang kami usung saat itu ada 400 ribu calon pemilih yang masuk DPT. Ingat kita hanya butuh ribuan. Saat itu kami menang 1 kursi hanya dengan 5.400 suara. Partai lain hanya butuh kurang dari 3.000 suara.

Maka meninggalkan orang yang antipati adalah jalan yang tepat. Jangan sampai energi terkuras hanya untuk mengurus orang-orang yang sulit. Yang penting kita sudah mencoba berusaha. Mengenai ini sebenarnya ada kiat khusus dan menyangkut bagaimana mengelola wilayah garapan yang efektif untuk mendulang suara. Bacalah Memilih Zona Garapan Kampanye Biar Menang dan Bagaimana mengelola wilayah garapan yang efektif untuk mendulang suara.

Saat pemenangan pileg tahun 2009, ada beberapa keluarga yang sangat benci kepada sang caleg. Kejadian ini terjadi di suatu wilayah di daerah pemilihan caleg yang kami dukung. Alasannya karena rumah mereka di gusur. Pantas saja beberapa dari mereka, padahal kenal, tapi saat lewat tidak pernah nanya sebagaimana biasanya.

Sebenarnya bukan rumah mereka saja yang di gusur tapi banyak juga rumah orang lain. Penggusuran ini memang program pemerintah dalam rangka penertiban rumam di atas tanah negara sekaligus menggusur warung remang-remang yang marak di tempat itu.

Pada kesempatan tertentu kebetulan ada acara pembagian bantuan, saya hadir disitu dan ada kesempatan untuk menyapa lebih dulu. Singkat kata saya berbincang-bincang dengannya. Diantara pembicaraan itu saya nanya terkait peluang terpilihnya caleg kami. Di pembicaraan itu jelas terungkap kekesalannya pada caleg dukungan kami. Saya dengarkan sampai habis kekesalannya, dan kepada saya tak terlalu memasang muka masam. Saya mulai ceritakan banyak hal, salah satunya adalah klarifikasi penggusuran itu.

Mengapa caleg kami sangat di bencinya? Karena mereka menyangka bahwa penggusuran itu akibat ulah caleg yang kami usung karena sudah dianggap sebagai tokoh yang mendesak kepada pemerintah sehingga terjadinya penggusuran. Mengapa juga tidak pernah menyapa kepada saya karena mereka mengetahui bahwa saya adalah tim suksesnya.

Singkat cerita orang itu mulai melunak dan mengetahui duduk persoalannya. Setidaknya sejak itu ia kembali mau menyapa saya saat saya menglakson sambil lewat rumahnya. Masalah memilih atau tidak, saya tidak mengamatinya, yang pasti ada perubahan sikap.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Juga Artikel Berikut Ini :

Bagaimana supaya Anda menang di PILEG bergantung dari anda membangun AUDIEN ANDA SENDIRI dan membangun DAYA AJAK yang kuat. Bagaimana Caranya?


Silahkan baca artikel-artikel pemenangan PILEG berikut ini :

  1. Persiapan Menyeluruh Untuk Pemenangan Anda di PILEG
  2. Inilah Penyebab Proses Pemenangan Dilakukan Serampangan
  3. Mau Nyaleg? Sempatkan Untuk Mempelajari Situasi dan Iklim Di Internal
  4. 12 Wilayah Rahasia Ini Jarang Semua Di Garap Caleg Dalam Marketing Politik
  5. Buku ini awalnya hanya untuk catatan pribadi saat jadi ketua tim sukses pileg 2009
  6. Mau Nyaleg? Sempatkan Untuk Mempelajari Situasi dan Iklim Di Internal
  7. Fenomena Partai Yang Seharusnya Jadi Cambuk Bikin Terus Perbaikan Internal Tanpa Kecuali
  8. Cari Pengurus Partai Ternyata Sulit. Bisa-bisa Kelimpungan
  9. Buku : Kunang-kunang Pemenangan Pemilu
  10. Inilah Penyebab Proses Pemenangan Dilakukan Serampangan
  11. Mendalami Pemilih Pragmatis
  12. Bagi Caleg Kendala Vital Untuk Menang Pileg Sebenarnya Hanya Satu
  13. Jangan Salah Pendekatan, Efeknya Fatal Untuk Kemenangan Sang Caleg
  14. 10 Bahaya Pragmatis Yang Mungkin Jarang Dipikirkan Serius Efeknya Sangat Berbahaya
  15. Semua Inti Tulisan Pemenangan Pileg Tentang Hal Ini, Apa Saja?
  16. Bila Nyaleg Jangan Kalah Sama Tukang Sayur Keliling
  17. Bukan Yang Terbaik Tapi.....
  18. Asyikkkk!!!!Tulisan Saya Di Muat dan Di Sebar
  19. Cara Menang Mutlak di Pileg
  20. Persiapan Menang Nyaleg Di Pileg 2019
  21. Berbekal Sejak Dini, Dengan Strategi Pemenangan Yang Ampuh
  22. Mendalami 2 Jenis Pemilih Pragmatis, Anda Jangan Terperangkap
  23. 6 Penyebab Yang Menjadikan Terpaksa Harus Pragmatis
  24. 5 Hal Ini Sepertinya Harus Ada Pada Caleg Supaya Tak Beresiko Besar
  25. Caleg Harus Siaga Diri Mengamankan Diri, Aman dari Sisi Ini

============================

Lanjutkan ke SESI 2 : Klik disini!

-------------------------------------------------