Join disini dulu ya, Like This !!!

×

Powered By Berbagi Ilmu SEO and TUTORIAL BLOGGING

Rabu, 17 April 2013

Partai Manakah yang Akan Menang Pemilu 2014 ?!

Pemilu legislatif masih satu tahun lagi, tapi suhu politik pada tahun 2013 sudah sangat panas. Tidak heran banyak sekali gesekan gesekan politik antara partai yang satu dan partai yang lainnya sering terjadi. Selain itu masing masing partai politik harus menjaga nama baiknya di tahun pra pemilu seperti ini. Tahun ini tentu adalah tahun dimana partai partai politik mulai sibuk untuk mencari citra dengan sebaik baiknya agar menarik simpati rakyat untuk pemilu pada tahun 2014.

Partai politik yang akan mengikuti Pemilu tahun depan ada 10 partai politik. Banyak sekali survey dari beberapa lembaga survey di Indonesia mensurvey partai mana saja partai yang akan sukses di Pemilu 2014. Tapi jika kita teliti kembali survey dari beberapa lembaga survey tersebut seakan hasil survey yang dilakukan berbeda beda. Ada survey yang mengatakan bahwa semua partai partai Islam ada di urutan paling bawah. Ada juga lembaga survey yang mengatakan partai yang memiliki management partai bagus akan menang pemilu. Dan ada juga lembaga survey yang mengatakan bahwa urutan satu sampai lima di isi oleh partai berbasis nasionalis. Dari banyaknya perbedaan hasil survey dan prediksi dari beberapa lembaga tersebut saya akan mengajak pembaca untuk menganalisis partai mana saja yang akan sukses di pemilu 2014 dengan beberapa fakta, teori, dan pendapat. Berikut prediksi dan analisis saya:

1. Golkar (Golongan Karya)
2. PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
3. PKS (Partai Keadilan Sejahterah)
4. Gerindra (Gerakan Indonesia Raya)
5. Hanura (Hati Nurani Rakyat)
6. Demokrat
7. PPP (Partai Persatuan Pembangunan)
8. PAN (Partai Amanat Nasional)
9. PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
10. Nasdem (Nasionalis Demokrat)

Golkar (Golongan Karya)
Partai yang pertama yang akan saya analisis adalah Golkar. Hampir semua lembaga survey memprediksi Golkar akan menjadi pemenang pemilu 2014. Dan saya memprediksi juga bahwa Golkar akan menjadi pemenang (Winner) di pemilu tahun depan. Banyak alasan mengapa Golkar layak menjadi pemenang pemilu 2014. Golkar memiliki sebuah sistem management partai terbaik dan kader Golkar pun adalah kader partai tersolid di Indonesia setelah PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Selain itu Golkar mempunyai strategi politik yang cukup baik untuk memenangkan pemilu. Bisa kita lihat salah satu kader Golkar memiliki kerjaan bisnis media, sebut saja keluarga Bakrie memiliki 2 stasiun televisi terbesar yakni TV One dan ANTV. Dengan itu Golkar bisa menjaga sektor kultural eksternal partai, di mana sektor ini adalah opini publik yang menentukan apakah suatu partai bisa dikatakan buruk atau baik dimata masyarakat. Golkar sukses meredam opini buruk partainya, contoh kader Golkar adalah kader yang paling banyak korupsinya di tahun 2014, tapi seakan kasus korupsi tersebut tertutup rapat rapat dan hanya sedikit orang yang tahu. Dan media yang dimiliki Golkar pun lebih sering memberitakan korupsi partai lain ketibang Golkar. Dengan management yang kuat dan strategi politik yang ampuh saya sepakat dengan beberapa lembaga survey bahwa Golkar akan menjadi pemenang pemilu 2014.

PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
Partai kedua yang saya prediksi akan ada diurutan ke 2 pada pemilu tahun depan adalah PDIP. PDIP memiliki sebuah nama yang besar dimata buruh dan petani. Dan jika kita lihat pemilu pemilu tahun lalu suara PDIP bersal dari buruh dan petani. Hampir 65 % suara buruh di sumbangkan ke PDIP. Tidak heran mengapa para buruh mendukung PDIP, karena PDIP selalu menjadi garda terdepan membela hak buruh di Indonesia. Bisa kita lihat ketika para buruh meminta kenaikan gaji, PDIP menjadi garda terdepan untuk mendukung kenaikan gaji buruh tersebut. Contoh yang menarik ketika upah buruh daerah DKI Jakarta dinaiakan Gubernur Jokowi menjadi 2,2 juta. Mengapa Jokowi bisa menaikan upah buruh tersebut, asalan Jokowi menaikan upah buruh bukan hanya karena ingin menaikan kesejahteraan sosial buruh di Jakarta, tapi juga karena Jokowi berasal dari PDIP dan Jokowi pun menjadi garda terdepan membela kenaikan upah buruh, karena suara buruh adalah suara PDIP.
Selain PDIP memiliki nama besar di mata buruh dan petani, PDIP selalu menjual nama wanita. Menagapa demikian? Lagi lagi PDIP ingin membuat mitos bahwa partai ini adalah partai yang selalu membela hak hak wanita Indonesia. Selain itu mayoritas masyarakat ekonomi menengah dan ekonomi menengah kebawah yang mayoritasnya adalah buruh dan petani mengenal PDIP sebagai partai wanita karena sosok Megawatinya. Jadi kesimpulannya PDIP akan tetap ada di peringkat 2 Pemilu tahun depan, karena kantong kantong suaranya berasal dari buruh dan petani.

PKS (Partai Keadilan Sejahtera)
Mengapa saya menempatkan PKS diperingkat ketiga? Banyak survey yang mengatakan PKS akan jatuh di pemilu 2014 karena kasus korupsi yang di dapat mantan Presidennya. Dan ada juga beberapa lembaga survey yang mengatakan PKS bisa jadi ada di peringkat ke 3 di pemilu 2014 karena PKS berhasil menunjukan bahwa partainya tetap kuat walau terkena masalah. Menurut saya sendiri dengan adanya kader kader yang solid yang dimiliki PKS, PKS mampu berbicara banyak di pemilu 2014. Walaupun terkena masalah, PKS mampu menyihir masalah tersebut menjadi sebuah berkah yang melimpah. PKS mampu menunjukan bahwa magement partainya adalah yang paling baik di Indonesia, dan kadernya adalah kader tersolid juga di Indonesia.

Kader kader PKS mempunyai kelebihan rata rata diatas kader kader partai lain. Kader PKS bisa menjalan mesin partai dengan baik. Belum lama PKS dan koalisinya berhasil memenangkan Pilakda Jabar dengan menetapkan Ahmad Heyawan sebagai Gubernur Jabar untuk ke 2 kalinya. Itu membuktikan bahwa kader PKS bisa membuat masyarakat percaya kembali terhadap PKS. Menurut saya sendiri jika PKS ingin finish di peringkat 3 besar Pemilu 2014, PKS harus menjaga kesolidan kader kadernya dalam menjalankan mesin partai di masyarakat. Selain itu saran saya PKS harus bisa memenangkan Pilkada di daerah derah penting di Indonesia, semisal Jabar, Sumut, Subar, Jateng, dan lain lain, dengan itu PKS bisa mendapat dukungan tambahan dari daera derah yang dikuasainya.

Gerindra (Gerakan Indonesia Raya)
Gerindra secara mengejutkan bisa menggebarak perpolitikan tanah air. Partai yang diprakasai oleh Prabowo ini bisa sukses di Pemilu 2014. Banyak lembaga survey yang menetapkan Gerindra masuk 5 besar di pemilu tahun depan. Menurut saya sendiri Gerindra bisa sukses di Pemilu 2014 karena ada sosok Prabowo Subiyanto di dalam kubuh partai berlambang kepala Garuda tersebut. Survey membuktikan elektabilitas Prabowo sangat tinggi dimata masyarakat Indonesia untuk menjadi Presiden. Dan saya memprediksi Gerindra ada di peringkat 4 atau masuk 5 besar di pemilu 2014.

Hanura (Hati Nurani Rakyat)
Partai buatan Wiranto ini semakin hari elektabiltasnya semakin meningkat. Dengan masuknya Hari Tanoe ke dalam partai ini, Hanura semakin kencang di laju persaingan politik. Selain itu menurut saya Hanura akan mendapat simpati dari masyarakat Indonesia karena Hanura adalah satu satunya partai yang kadernya tidak pernah terjerat korupsi baik itu sebagai tersangka dan terdakwa. Dengan itu masyarakat bisa menilai bahwa Hanura adalah partai yang bersih. Tapi partai bersih saja masih kurang, lemahnya manegement partai harus cepat diperbaiki oleh Hanura jika ingin berbicara banyak di pemilu 2014.

Demokrat
Siapa yang tidak kenal partai berlambang mercy ini. Partai ini adalah partai pemenang pemilu 2009 dan menjadi partai yang paling berjaya di Indonesia. Tapi sejalan dengan kasus kasus korupsi yang didapat kader kader Demokrat, suara partai ini semakin anjlok. LSJ (Lembaga Survey Jakarta) mensurvey elektabilitas Demokrat sekarang hanya 6,5 %. Masalah internal partai yang tak kunjung selesai menurut saya menjadi masalah utama yang menyebabkan suara partai ini anjlok. Saran saya Demokrat harus segera memimliki pemimpin baru pasca mundurnya Anas dari posisi ketua umum, dengan itu aturan dan penyelesaian masalah di kubuh Demokrat bisa diselesaikan. Menurut saya Demokrat harus meniru PKS, dimana setelelah pemimpinnya mundur PKS mampu mendapat pemimpin baru untuk menyolidkan kembali kader kader partai.

PPP (Partai Persatuan Pembangunan)
Saya memprediksi PPP tidak akan masuk 5 besar di pemilu 2014. Kader PPP nampaknya kurang pintar menjalan mesin partai di daerah. Terbukti PPP jarang sekali mencalonkan kadernya untuk menjadi pemimpin di daerah daerah seluruh Indonesia. PPP lebih memilih berkoalisi ketibang berani mencalonkan kader kadernya untuk maju sebagai calon pemimpin daerah. PPP harus percaya diri dalam menyonsong pra Pemilu ini, dan kader kadernya pun harus menjalankan mesin partai dengan solid. Karena saya melihat dari tahun ke tahun sura PPP semakin menurun, pada tahun 2004 PPP ada di posisi 4 dan di pemilu 2009 posisi PPP turun di posisi ke 5. Ini membuktikan suara PPP sekan terpecah dengan PKB, PKNU , dan lain lain mengingat partai partai ini adalah berbasis NU (Nahdatul Ulama)
PAN (patai Amanat Nasional)
Partai bentukan Amien Rais ini pun semakin hari elekabilitasnya semakin menurun. Saya memprediksi PAN ada di peringkat 7 di pemilu 2014. Tidak ada gebrakan gebrakan strategis yang dilakukan PAN, yang menyebabkan rakyat Indoensia urung mendukung partai matahari biru ini. Menurut saya jika PAN mau sukses di pemilu 2014 PAN harus tetap menjaga suara setianya dari basis Muhammadiyah, karena mayoritas kader PAN berasa dari ormas Muhammadiyah.

PKB (Parta Kebangkitan Bangsa)
Pada pemilu 2004 PKB masuk 3 besar pemilu, tapi di pemilu 2009 PKB pun terlempar dari posisi 5 besar. Dan di tahun 2014 saya pun prediksi partai ini akan gurem, mengapa demikian? Saya melihat elektabailtas suara PKB semaikn menurun karena dampak perpecahan internal didalam kubuh PKB antara pendukung Yeni Wahid (Putri Gusdur) dan Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB). Akhrinya pun beberapa kader PKB membuat partai baru bersama Yeni Wahid. Dan tidak hanya itu, suara PKB semakin menurun karena harus berbagi dengan PPP mengingat kedua partai ini adalah berbasi NU.

Nasdem (Nasionalis Demokrat)
Saya prediksi bahwa Nasdem akan finish di posisi akhir di Pemilu 2014. Sebelumnya banyak pengamat politik memprediksi Nasdem akan berbicara banyak di Pemilu 2014. Dan Nadem pun pernah bertengger di posisi 4 survey pemilu. Tapi semenjak kemelut dan masalah di kubuh internal Nadem, sampai akhirnya Hari Tanoe dan pengikutnya pindah membuat elektabilitas Nadem semakin hari semakin lemah. Nadem memang menjual perubahan dan pemudanya, tapi akhirnya partai ini bukan partai pemuda lagi karena ketua umum nampaknya bukan berasal dari pemuda melainkan yang punya partai yaitu Surya Paloh. Dengan hal tersebut pemuda Nasem pun semakin hari tidak bertah di partai ini karena partai ini tidak konsukuen dengan tujuan awalnya itu partai pemuda yang ingin  melakukan perubahan. Jika Nadem ingin berbicara banyak di pemilu 2014, Nadem harus segera merangkul pemuda baru untuk masuk Nasdem dan membenahi sistem yang tidak berjalan di dalam partai tersebut.
Kesimpulan dari prediksi dan analisis ini adalah partai yang memiliki idelogi dan kader kuatlah yang mampu sukses dan berbicara banyak di Pemilu 2014. Sedangkan partai yang memiliki mangement buruk dan kadernya tidak solid sehingga sering terjadi masalah di internal partainya sendiri tidak akan sukses di Pemilu 2014. Partai yang ingin menang membutuhkan sebuah persatuan dan satu tujuan untuk memenangkan Pemilu. Dan yang terkahir apapun hasil prediksi dan analisis penulis bisa berubah sejalan dengan performa partai masing masing di tahun pra Pemilu ini. Penulis berharap siapapun partai yang menang Pemilu harus bisa menjalankan arti demokrasi yang sebenarnya untuk rakyat Indonesia.

Blog : http://www.pemikiran-panduwibowo.blogspot.com
Twitter: @Pandu_wibowo

(Penulis  : Pandu Wibowo* dikutip dari kompasiana.com)
* Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Ketua Himpunan Diskusi Mahasiswa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar